Sabtu, 05 Maret 2016

Tugas Kesehatan Mental 2



FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA 2014

Nama : Dwi Putra
NPM: 13514312
Kelas : 2PA06
KESEHATAN MENTAL 2


*Teori Kepribadian Sehat

A. Kepribadian Sehat Berdasarkan Aliran Psikoanalisis

Psikoanalisis merupakan suatu bentuk model kepribadian. Teori ini sendriri pertama kali diperkenalkan oleh Sigmun Freud (1856-1938). Freud pada awalnya memang mengembangkan teorinya tentang struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep teorinya yaitu perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran. menurut teori psikoanalisa, inti dari keinginan dorongan ini adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran individual.
Dan apabila dorongan – dorongan ini tidak dapat disalurkan, dapat menyebabkan gangguan kepribadian dan juga memggangu kesehatan mental yang disebut psikoneurosis.
Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak disadari” / (unconscious motivation) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa.

Psikoanalisis mempunyai metode untuk membongkar gangguan – gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran ini, antara lain dengan metode analisis mimpi dan metode asosiasi bebas.
Teori psikologi Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu untuk bertingkah laku.

Menurut psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.
*Id merupakan bagian palung primitif dalam kepribadian, dan dari sinilah nanti ego dan Super Ego berkembang. Dorongan dalam Id selalu ingin dipuaskan dan menghindari yang tidak menyenangkan.

*Ego merupakan bagian “eksekutif” dari kepribadian, ia berfungsi secara rasional berdasakan prinsip kenyataan. Berusaha memenuhi kebutuhan Id secara realistis,yaitu dimana Ego berfungsi untuk menyaring dorongan-dorongan yang ingin dipuaskan oleh Id berdasarkan kenyataan.

*Super Ego merupakan gambaran internalisasi nilai moral masyarakat yang diajarkan orang tua dan lingkungan seseorang. Pada dasarnya Super Ego merupakan hati nurani seseorang dimana berfungsi sebagai penilai apakah sesuatu itu benar atau salah. Karena itu Super Ego berorientasi pada kesempurnaan.

Freud mengumpamakan pikiran manusia sebagai fenomena gunung es. Bagian kecil yang tampak diatas permukaan air menggambarkan pengalaman sadar, bagian yang jauh lebih besar di bawah permukaan air yang menggambarkan ketidaksadaran seperti impuls, ingatan.
Nafsu dan hal lain yang mempengaruhi pikiran dan perilaku.
Meskipun masing-masing bagian dari kepribadian total ini mempunyai fungsi,sifat,komponen,prinsip kerja,dinamisme,dan mekanismenya sendiri,namun mereka berinteraksi begitu erat satu sama lain sehingga sulit(tidak mungkin)untuk memisah-misahkan pengaruhnya dan menilai sumbangan relatifnya terhadap tingkah laku manusia.Tingkah laku hampir selalu merupakan produk dari interaksi diantara ketiga sistem tersebut,jarang salah satu sistem berjalan terlepas dari kedua sistem lainnya.


A. Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis:

*Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola perkembangan yang ilmiah.
* Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar.
* Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego.
* Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya.
* Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginan.


B. KEPBRIBADIAN SEHAT MENURUT ALIRAN BEHAVIORISTIK

Behaviorisme juga disebut psikologi S – R (stimulus dan respon). Behaviorisme menolak bahwa pikiran merupakan subjek psikologi dan bersikeras bahwa psokologi memiliki batas pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diamati. Teori Behaviorisme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh John B. Watson (1879-1958)

Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting :

* Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
* Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme
menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
* Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.
menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respons terhadap rangsangan itu. Salah satu penganut watson yang sangat besar masukannya untuk perkembangan behaviorisme adalah B.F. Skinner. Aliran ini memandang manusia seperti mesin yang dapat dikendalikan perilakunya lewat suatu pengkondisian. Ini menganggap manusia yang meberikan respon positif yang berasal dari luar. Dalam aliran ini manusia di anggap tidak memiliki sikap diri sendiri.
Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.

Kepribadian yang sehat menurut behavioristik:

*Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya
*Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalaman
*Sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiri
*Menekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif



REFERENSI

Tugas Kesehatan Mental 1



FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GUNADARMA 2014

Nama : Dwi Putra
NPM: 13514312
Kelas : 2PA06
KESEHATAN MENTAL 1

*Pengantar Kesehatan Mental

A.ORIENTASI KESEHATAN MENTAL

Kesehatan mental adalah suatu kondisi ‘sejahtera’ dimana individu dapat merealisasikan kecakapannya, dapat melakukan coping terhadap tekanan hidup yang normal, bekerja dengan produktif dan memiliki konstribusi dalam kehidupan di komunitasnya.

Assagioli, (Ihrom, 2008) mendefinisikan, kesehatan mental adalah terwujudnya integritas kepribadian, keselarasan dengan jati diri, pertumbuhan ke arah realisasi diri, dan ke arah hubungan yang sehat dengan orang lain.

(Zakiyah Darojah, 1975) kesehatan mental adalah terwujudnya keharmonisan antara fungsi-fungsi jiwa, serta kesanggupan untuk menghadapi problem-problem biasa yang terjadi dan merasakan secara positif kebahagiaan dan kemampuan dirinya.

Menurut Jahoda (Ihrom, 2008), kesehatan mental mencakup :

a.) Sikap kepribadian yang baik terhadap diri sendiri, kemampuan mengenali diri dengan baik.
b.) Pertumbuhan dan perkembangan serta perwujudan diri yang baik.
c.) Keseimbangan mental, kesatuan pandangan dan ketahanan terhadap segala tekanan.
d.) Otonomi diri yang mencakup unsur-unsur pengatur kelakuan dari dalam atau kelakuan-kelakuan bebas.
e.) Persepsi mengenai realitas, terbebas dari penyimpangan kebutuhan serta memiliki empati dan                                         kepekaan sosial.
f.) Kemampuan menguasai dan berintegrasi dengan lingkungan.
Kesehatan mental merupakan kondisi yang bersifat kontinum, dimana setiap kondisi kesehatan mental   individu memiliki berbagai nilai yang berbeda-beda serta sulit untuk dikenali kecuali menunjukkan ‘gejala’ yang menonjol.

Didalam Kesehatan Mental ada beberapa orientasi yang harus kita ketahui, yaitu :
*Orientasi Klasik
Orientasi ini biasa digunakan dalam dunia kedokteran. pada orientasi ini individu sehat adalah individu yang tidak mempunyai keluhan tertentu, yang semuanya menimbulkan perasaan "sakit" atau perasaan "tak sehat", serta mengganggu efisiensi dan efektifitas kegiatan sehari-hari, yang mencakup fisik dan mental.
* Orientasi Penyesuaian Diri
Landasan orientasi ini menyatakan bahwa manusia pada umumnya adalah makhluk yang sehat secara mental. Penetuan sehat atau sakit mental dilihat sebagai derajat kesehatan mental. Menurut orientasi ini, kesehatan mental adalah kondisi kepribadian individu secara utuh.

*Orientasi Pengembangan Potensi
Individu yang sehat mental adalah individu yang dapat dan mampu mengembangkan dan memamanfaatkan potensi yang ada pada dirinya untuk kegiatan yang positif - kosntruktif, sehingga dapat meningkatkan kualitas dirinya, yang digunakan dalam kehidupan sehari - hari.
B. KONSEP SEHAT
Pengertian sehat pada umumnya didefinisikan sebagai sesuatu yang berfokus pada jasmaniah, seperti bebas dari penyakit atau tidak cacat dan kurang memperhatikan hal yang bersifat mental.            Konsep sehat itu sendiri yang memang lebih banyak ditemuii konsep tentang sakit, ini membuat pemahaman tentang sehat mengalami kerancuan dalam batasan kesehatan sebagai pegangan suatu derajat yang harus dicapai seseorang. Ada perbedaan antara model kesehatan Barat dan Kesehatan Timur. Barat lebih memandang kesehatan bersifat dualistik yaitu mengibaratkan manusia sebagai mesin yang sangat dipengaruhi oleh dominasi medis. Sedangkan Timur lebih bersifat holistik, yaitu meliahat sehat lebih secara menyeluruh saing berkaitan sehingga berpengaruh pada cara penanganan terhadap penyakit. WHO mendefinisikan kesehatan sebagai: “… keadaan (status) sehat utuh secara fisik, mental (rohani) dan sosial, dan bukan hanya suatu keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan … “ (Smet, 1994).
Sehat dapat dikatakan, sutatu kondisi normal (baik) secara fisik , emosi (EQ), intelektual (IQ)l, spritual (SQ) dan sosial. Dari pernyataan diatas sudah bisa didapat tentang dimensi sehat, berikut pemahamannya:
*Fisik                                                                                                                                      Diakatakan sehat bila secara fisiologis (fisik) terlihat normal tidak cacat, tidak mudah sakit, tidak kekurangan sesuatu apapun
* Emosi                                                                                                                                      Orang yang sehat secara emosi dapat terlihat dari kestabilan dan kemampuannya mengontrol dan mengekspresikan perasaan (marah, sedih atau senang) secara tidak berlebihan. Mampu mendidiplikan diri.
* Intelektual                                                                                                                             Dikatakan sehat secara intelektual yaitu jika seseorang memiliki kecerdasan dalam kategori yang baik mampu melihat realitas. Memilki nalar yang baik dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan.
* Spiritual                                                                                                                                               Sementara orang yang sehat secara spiritual adalah mereka yang memiliki suatu kondisi ketenangan jiwa dengan id mereka Secara rohani dianggap sehat karena pikirannya jernih tidak melakukan atau bertindak hal-hal yang diluar batas kewajaran sehingga bisa berpikir rasional
* Sosial                                                                                                                                                         Sehat secara sosial dapat dikatakan mereka yang bisa berinteraksi dan berhubungan baik dengan sekitarnya.mampu untuk bekerja sama.
C. SEJARAH PERKEMBANGAN KESEHATAN MENTAL                                                                                                        
Sejarah perkembangan kesehatan mental pertama kali itu pada jaman nenek moyang yang mengalami gangguan mental seperti halnya homo sapiens sendiri . Mereka mengalami kecelakaan dan demam yang merusak mental . Jadilah manusia yang dengan rasa putus asa selalu berusaha buat menjelaskan tentang penyakit mental . Dengan kesehatan mental ini kita dapat bandingkan dengan mata uang yang mempunyai dua sisi yang di sisi satunya sakit dan yang di sisi satunya lagi baik . Di sisi ini dapat dilihat kemungkinan di kedua sisi itu kira kira 50:50 .

Perlu diketahui disini sejarah tercatat melaporkan berbagai macam interpretasi mengenai penyakit mental dan cara menghilangkannya. Hal ini disebabkan oleh dua alasan , yaitu :
 * Sifat dari masalah yang disebabkan oleh tingkah laku abnormal membuatnya menjadi merasa ketakutan.
* Perkembangan semua ilmu pengetahuan begitu lambat , dan banyak kemajuan yang sangat penting. Pada masa awal awal orang yang sakit mental dapat dipahami secara seluruh sering diperlakukan dengan kurang baik. Di jaman prasejarah pun manusia purba sering kali mengalami gangguan mental baik fisik maupun gangguan gangguan yang baik. Di jaman prasejarah ini juga terdapat perawatan-perawatan untuk penyakit gangguan mental yaitu : menggosok,menjilat,mengisap dan memotong.

Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. Ini terutama karna masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan terlihat. Hal ini lebih karna mereka sehari-hari hidup bersama sehingga tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental dianggap hal yang biasa bukan lagi sebagai gangguan.

Gangguan mental Tidak Dianggap Sebagai Sakit                                                                                                                            
Pada tahun 1600 dan sebelumnya , orang yang mengalami gangguan mental dengan cara memanggil kekuatan supranatural dan menjalani ritual penebusan dan penyucian. Pandangan terhadap masyarakat ini menganggap bahwa orang yang mengalami gangguan mental adalah karna mereka dimasuki oleh roh-roh yang ada disekitarnya.

Sejarah kesehatan mental merupakan cerminan dimana pandangan masyarakat terhadap gangguan mental dan perlakuan yang diberikan. Ada beberapa pandangan masyarakat terhadap gangguan mental di dunia Barat antara lain :
*Akibat kekuatan supranatural
* Dirasuk oleh roh atau setan
* Dianggap kriminal karna memiliki derajad kebinatangan yang lebih besar
*Dianggap sakit




Tahun 1692 mendapatkan suatu pengaruh para imigran dari Eropa yang beragama Nasrani, di Amerika orang yang bergangguan mental saat itu sering dianggap terkena shir atau guna-guna. Ini merupakan penjelasan yang diterima secara umum sehingga masyarakat takut dan membenci mereka yang dianggap memiliki kekuatan sihir.

Gangguan Mental Dianggap Sebagai Sakit
Tahun 1724 pendeta Cotton Mather (1663-1728) mematahkan takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengan sakit jiwa dengan memajukan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa itu sendiri.

Tahun 1812 , Benjamin Rush (1745-1813) menjadi salah satu yang menangani masalah penanganan secara mental. Antara tahun 1830-1860 di Inggris timbul menangani pasien sakit jiwa. Pada masa ini tumbuh penanganan dirumah sakit jiwa merupakan hal ilmiah untuk menyembuhkan kegilaan. 

Melawan Diskriminasi Terhadap Gangguan Mental
Dunia medis memberikan pandangan tersendiri terhadap pemahaman mengenai gangguan mental. Dunia medis memandang penderita gangguan mental sebagai betul mengalami sakit. Dunia medis melihat sakit mental sebagai berakar dari sakit ketubuhan terutama otak.

Ilmu perilaku yang semakin berkembang juga memberikan pemahaman tersendiri mengenai gangguan mental. Berdasarkan pandangan ini penderita gangguan mental dimaknai sebagai ketidakmampuan mereka untuk melakukan penyesuaian diri yang sesuai dengan realitanya.

D. PENDEKATAN KESEHATAN MENTAL
*Orientasi Klasik
Orientasi klasik yang umumnya digunakan dalam kedokteran termasuk psikiatri mengartikan sehat sebagai kondisi tanpa keluhan, baik fisik maupun mental. Orang yang sehat adalah orang yang tidak mempunyai keluhan tentang keadaan fisik dan mentalnya. Sehat fisik artinya tidak ada keluhan fisik. Sedang sehat mental artinya tidak ada keluhan mental.
Sehat atau tidaknya seseorang secara mental belakangan ini lebih ditentukan oleh kemampuan penyesuaian diri terhadap lingkungan. Orang yang memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungannya dapat digolongkan sehat mental. Sebaliknya orang yang tidak dapat menyesuaikan diri digolongkan sebagai tidak sehat mental.
Dengan menggunakan orientasi penyesuaian diri, pengertian sehat mental tidak dapat dilepaskan dari konteks lingkungan tempat individu hidup. Oleh karena kaitannya dengan standar norma lingkungan terutama norma sosial dan budaya, kita tidak dapat menentukan sehat atau tidaknya mental seseorang dari kondisi kejiwaannya semata. Ukuran sehat mental didasarkan juga pada hubungan antara individu dengan lingkungannya. Seseorang yang dalam masyarakat tertentu digolongkan tidak sehat atau sakit mental bisa jadi dianggap sangat sehat mental dalam masyarakat lain. Artinya batasan sehat atau sakit mental bukan sesuatu yang absolut.
*Orientasi Penyesuaian Diri
Penyesuaian diri merupakan dasar bagi penentuan derajat kesehatan mental seseorang. Orang yang dapat menyesuaikan diri secara aktif dan realistis sambil tetap mempertahankan stabilitas diri mengindikasikan adanya kesehatan mental yang tinggi pada dirinya. Sebaliknya mereka yang tidak mampu menyesuaikan diri secara aktif, tidak realistik dan tidak stabil dirinya menunjukkan rendahnya kesehatan mental pada dirinya. Dengan kata lain kemampuan penyesuaian diri merupakan variabel utama dalam kesehatan mental. Dengan demikian dapat dipahami bahwa peningkatan derajat kesehatan mental setara dengan peningkatan kemampuan penyesuaian diri yang aktif, realistik disertai dengan stabilitas diri. Kemampuan penyesuaian diri idealnya dilatih dan dibina sejak kecil
Dalam banyak literatur psikologi kesehatan, pengembangan diri dan kemampuan penyesuaian diri merupakan salah satu indikasi dari kepribadian yang sehat. Kita dapat melihat di antaranya dalam uraian-uraian Gordon W. Allport, Carl Rogers, Abraham Maslow dan Viktor Frankl. Pemikiran mereka menegaskan bahwa pribadi yang sehat selalu ditandai dengan keinginan untuk tumbuh dan berkembang, berorientasi  ke masa depan sambil tetap realistis dan mampu melakukan inovasi bagi diri serta lingkungannya. Artinya perbaikan kemampuan penyesuaian diri tidak hanya perlu dilakukan pada mereka yang mengalami gangguan mental tetapi juga pada siapa saja.
*Orientasi Pengembangan Potensi
Mewujudnyatakan potensi seperti bakat, kreativitas, minat dan lain-lain dalam diri individu. Pelepasan sumber-sumber yg tersembunyi dari bakat, kreativitas, Energi dan dorongan (Schultz, 991). Dibutuhkan fokus yang lebih untuk mencapai arah tujuan atau potensi diri yang lebih dikembangkan. Pengembangan potensi ini juga dipengaruhi peranan keluarga, sekolah dan masyarakat. Juga adanya kesempatan yang diberikan lingkungan pada individu baik yang potensinya masih tersembunyi maupun yang sudah ditemukan.

REFERENSI


Rabu, 18 November 2015

Softskill psikologi & Teknologi internet "Analisis kasus dengan teori psikologi"



NAMA : DWI PUTRA
NPM : 13514312
KELAS : 2PA06

PENGARUH PENGGUNAAN SOSIAL MEDIA SECARA BERLEBIHAN TERHADAP PSIKOLOGIS SESEORANG

Di  Era yang modern ini banyak sekali perkembangan teknologi yang membuat masyarakat kecenderungan dan kecanduan akan teknologi. Teknologi berkembang terus dan tidak akan pernah berhenti dan karena semakin tingginya minat masyarakat akan teknologi maka kehadiran banyaknya media sosial menjadi biasa. Media sosial hadir karena teknologi maju yang juga berkembang dengan pesat. Seperti halnya berkembangnya media sosial dengan menggunakan Video dan Chat serta banyaknya aplikasi sehingga terjadi banyak peminat media sosial. Kepopuleran media sosial ini terjadi karena perlunya interaksi jarak jauh antara manusia satu dengan manusia lain untuk memenuhi kebutuhan mereka. Seperti halnya kebutuhan hidup pengguna media memainkan peran aktif untuk memilih dan menggunakan media tersebut.

Dengan kata lain, pengguna media merupakan pihak yang aktif dalam proses komunikasi. Pengguna media berusaha mencari sumber media yang paling baik di dalam usaha memenhi kebutuhannya. Artinya pengguna media mempunyai pilihan alternatif untuk memuaskan kebutuhannya. Tetapi sekarang media sosial ini dikaitkan dengan jejaring sosial yang memiliki psikis public problem sehingga banyak orang menjadi aktif untuk menggunakan jejaring sosial serta lupa akan tujuan awal dibuatnya jejaring sosial tersebut. Psikis public problem merupakan masalah yang ada didalam jiwa serta hati individu yang mereka ungkapkan didalam sebuah media bisa itu masalah pribadi, rasa kesal, kegiatan yang dilakukan, dan aktivitas mereka lainnya yang menjadikan individu atau kelompok lain memiliki rasa ketersinggungan dan kecurigaan . Pengguna media sosial yang kecanduan internet dan terus melakukan kegiatan di internet akan mengalami gangguan psikologis, Seperti bagaimana pengguna sosial media menjadi sangat peduli terhadap hal-hal seperti, ingin terkenal dengan berpikiran bahwa berapa banyak  followers atau pengikut yang mereka miliki, dan cenderung untuk memikirkan dirinya sendiri. Aplikasi sosial media seperti Facebook, Twitter, Path, Instagram ,dan lainnya  yang banyak berada di smartphone, cenderung membuat penggunanya terkena dampak dari Phantom Vibration Syndrome. Sindrom itu digambarkan sebagai suatu gejala dimana pengguna selalu mengecek ponselnya untuk melihat apakah ada pesan atau notifikasi yang masuk untuknya, padahal ponsel tersebut tidak memberikan notifikasi apapun. Otak selalu dibawa untuk berpikir bahwa ada pesan  yang masuk di ponsel yang mungkin kita lewatkan. Malahan, lebih buruk lagi ketika pengguna justru berpikir dengan semakin sering mengecek ponsel, pesan ataupun notifikasi akan lebih cepat masuk. Sehingga menyebabkan banyak masalah yang ada didalam media sosial. Banyak kasus-kasus yang tak sengaja bisa mengundang sebuah tanda tanya yang besar hanya karena ingin diperhatikan didunia maya.




Contoh kasus ada seorang remaja yang selalu ingin diperhatikan sehingga di mencoba memancing perhatian dengan selalu update tentang apapun yang dialaminya misalkan saja di menuliskan bahwa dia sedang marah, “ Wah liat aja gak akan gua nolongin dia lagi “ dengan status yang ditulis itu dia mengharapkan seseorang untuk mengomentari statusnya dan akhirnya bisa melepaskan amarahnya dan bercerita tentang masalahnya. Contoh kasus kedua dia selalu meng-upload fotonya dimedia sosial dan berharap seseorang memujinya ketika dia dipuji dia akan mendapatkan kepuasan sehingga itu memacunya untuk lebih sering meng-upload foto dirinya agar mendapatkan perhatian dan pengakuan bahwa ia cantik/tampan . Dalam kasus ini secara tidak disadari seseorang ini telah mengalami gangguan psikologi yang disebut ADD  (Attention Demanding Disorder) mereka selalu ingin diperhatikan  dicintai,disukai,dikagumi, oleh semua orang. Setelah melihat contoh diatas ini adalah akibat terjadinya stimulus dan respon sebagaimana telah dijelaskan oleh Teori Stimulus & Respon dari Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) seorang tokoh psikolog beraliran behavioristik, ini terjadi karena disaat dia sengaja melampiaskan kekesalannya dengan status (stimulus), dan akhirnya akibat dia menuliskan status tersebut dia mendapatkan perhatian  dari seseorang (respon) ,sehingga dia menjadi senang dan ingin mengulangi lagi secara terus menerus karna dengan cara itu dia bisa diperhatikan oleh seseorang. Kesimpulan dari Teori Stimulus à Respon adalah ketika seseorang memberi stimulus dan mendapatkan dampak yang baik untuknya itu cenderung memacu motivasinya untuk mengulangi hal tersebut kembali. Dalam kasus ini Media Sosial dapat mengundang penyakit yang sangat parah. Penyakit ini terjadi karena masyarakat yang ketagihan dengan mengungkapkan curahan hati mereka di media sosial. Karena terjadinya ketagihan yang terus menerus dengan menggunakan media sosial sehingga mendekatkan mereka dengan dunia maya. Bisa dikatakan seperti Kecanduan internet, prosesnya akan terus mengungkapkan apapun dan apa saja yang mereka katakan di media sosial tersebut. Dan akhirnya mengundang masalah pribadi dan ungkapan hati mereka di dunia maya.

Sebenarnya ini menyangkut dalam kejiwaan seseorang, seperti pelaku melakukan kegiatan apa sehari-hari? Dimana? Dan dengan siapa?. Pelaku itu merupakan masyarakat yang mempunyai penyakit kejiwaan karena mereka sering melakukan kegiatan aktif di internet yang negatif. Juga tidak diimbangi dengan kegiatan positif yang akhirnya berpengaruh pada mental mereka.
Yang perlu kita sadari adalah kurangilah mempersoalkan kepribadian kita dimedia sosial. Cobalah menceritakan permasalahan yang dihadapi dengan orang disekitar anda seperti orangtua,teman,dll. Ini lebih efektif selain mencurahkan isi hati anda juga mungkin bisa mendapatkan solusi untuk permasalahan tersebut . Sebaiknya teliti kalau ingin menggunakan media sosial jadilah pengguna yang cerdas.